|
|
|||||
|
[ Serambi ] [ Tentang Bunda ] [ Buah Pena ] [ Pelangi Ilmu ] [ Tungku ] [ Galeri Foto ] [ Isi Buku Tamu ] [ Lihat Buku Tamu ] |
|||||
|
|
Senandung Duka Tanah Rencong
Geliat bumi mengundang badai Duka terulur mendekap pagi Tanah Rencong digulung ombak
Siapa nyana pagi indah berubah warna Prahara menjelang dalam deru lagu gelombang
Rintih yang tertindih... Ratap yang tenggelam... Lagu duka bergema di setiap sudut
Puing berserakan... Luka hati berceceran... Desember menuai lara
Roboh sudah surau tempat kami mengaji Musnah sudah dataran hijau tempat kami menabuh rentak gendang tari Saman Sketsa alam berganti wujud
Mendung di batas cakrawala Lirih tasbih berlagu pilu Selaksa doa dalam basah air mata
Yaa Robbi... Meski lara menggores rasa Meski pilu menoreh kalbu Kami yakin musibah ini terjadi atas seizin-Mu Ya Allah...
Yaa Sami...Yaa Basir... Kuatkanlah iman kami Payungilah kami dengan cinta dan kasih-Mu Agar tabah itu tetap berlabuh di dada kami
(Bumi Sapporo, 12012005) Dibacakan pada Pekan Seni Peduli Aceh
Mutiara Kalbu
Dari Abu Hurairah r.a., dia berkata, Rasulullah SAW bersabda "Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kedua orangtuanyalah yang membuatnya menjadi seorang Yahudi, seorang Nasrani maupun seorang Majusi." (Bukhari-Muslim)
LINK
Warung Jawa (Halal Food Sapporo) Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED)
|
|
Butir Cinta Untukmu Jangankan bertemu di alam nyata, bertegur sapa di dunia maya saja aku belum pernah. Bahkan mendengar namanya pun baru kali itu. Tapi entah mengapa setiap kali aku mengingatnya, selalu saja ada kabut di mata ini. Seolah aku telah mengenalnya bertahun-tahun, hingga ada yang menggores rasa tatkala lembar terakhir hidupnya terpampang di hadapanku. Duhai, inikah yang dinamakan mencinta karena Allah…?
Malam itu seorang teman baikku menulis berita singkat di status messengernya, “sahabat saya kecelakaan, mohon do’anya..” [selanjutnya]
Nina Bobo yang Tak Kunjung Usai
Alya membaca e-mail dari teman-temannya dengan galau. Bukan, bukan karena mereka terlibat perdebatan seru di sebuah milist yang diikutinya, melainkan karena topik yang tengah mereka perdebatkan.
Beberapa hari lalu Pemerintah dengan resmi mengumumkan kenaikan harga BBM di tanah air. Adalah sebuah rumus umum yang tak dapat dihindari bahwa naiknya harga BBM ini akan diikuti dengan kenaikan harga barang-barang lainnya. Dan ini berarti pe-er baru bagi ibu rumah tangga untuk mengutak-atik penghasilan yang tak bertambah, agar cukup untuk kehidupan sebulan.[selanjutnya]
Takoyaki...oh...Takoyaki...
Jarum jam menunjukkan pukul setengah delapan malam ketika kudengar telpon berdering. Si kecil yang tengah asyik dengan buku bergambarnya segera berlari meraih gagang telpon. “Hallo…Assalamu’alaikum…Ayah, ini Ayah?” sapanya riang. Selanjutnya ia asyik berceloteh dengan ayahnya meski sebagian kalimat yang diucapkannya masih belepotan tak beraturan. Kudengar ia menyebut-nyebut donat di tengah percakapannya. Hmm…pasti ayahnya tengah menanyakan oleh-oleh yang dia inginkan. Benar saja, ketika gagang telpon beralih ke tanganku kudengar di ujung sana ayah anakku itu bertanya, “Bunda, donat yang bisa dimakan yang rasa apa sih?” “Mmm…khabar terakhir sih yang bisa dimakan tinggal dua jenis saja. Yang Home Cut sama yang..duhh..satunya lagi Bunda lupa. [selanjutnya]
LIHAT ISI BUAH PENA
:: Nina Bobo yang Tak Kunjung Usai :: Takoyaki...oh...Takoyaki... :: Ukhtiku Sayang, Jagalah Lisanmu…. :: Harap Di Balik Untaian Kata :: Senandung Duka Tanah Rencong
|
Candida albicans dan Keputihan
Pernah dengar nama Candida albicans? Candida albicans adalah satu dari sekian banyak jenis yeast yang namanya cukup dikenal di bidang Mikrobiologi. Yeast sendiri merupakan fungi mikroskopis bersel tunggal yang bereproduksi secara vegetatif dengan membentuk sejenis kuncup (budding). Beberapa jenis yeast, termasuk Candida albicans, memiliki sifat dimorphic. Ketika berada di alam ia akan tumbuh sebagai miselium dan ketika berada di dalam tubuh ia akan tumbuh sebagai yeast yang bereproduksi dengan membentuk budding. [selanjutnya]
LIHAT ISI PELANGI ILMU
:: Candida albicans dan keputihan
Rendang Minimalis
Siapa yang tak kenal dengan masakan satu ini..? Rasanya kurang lengkap deh kalau berbicara tentang masakan khas Indonesia tanpa memasukkan Rendang di dalamnya. Meski butuh waktu berjam-jam untuk memasaknya, olahan Padang ini masih tetap jadi menu favorit keluarga. Konon di kampung asalnya sana setidaknya dibutuhkan 4 butir kelapa untuk membuat rendang dari 1 kg daging. Hmm…kalau dikonversi jadi berapa liter santan ya..? Padahal di rantau sini santan merupakan barang berharga yang musti dihemat pemakaiannya (he..he..ngirit nih ceritanya..). Biar acara makan Rendangnya tetep jalan, kita pakai air biasa aja buat ngempukin dagingnya. Rasanya, hmm…tetep gurih koq..
Bahan
Daging sapi 1/2 kg Bawang bombay pasta 1,5 sdm Bawang putih pasta 1 sdm datar Ketumbar bubuk 1 sdt datar Serai 1 batang Jahe seukuran 2 ibu jari (diiris-iris) Lengkuas seukuran 2 ibu jari Daun jeruk 3 lb Cabe bubuk 1 sdt (sesuai selera) Asam 1 biji Garam 1 sdt datar Gula pasir secukupnya Santan kental 600 ml Air 2 lt (secukupnya sampai daging empuk)
Cara Membuat
Potong-potong daging sesuai selera, kemudian lumuri dengan bawang bombay, bawang putih, ketumbar dan garam. Diamkan selama 30 menit, lalu panaskan daging di atas api kecil sambil diaduk-aduk sampai daging berubah warna. Tuangi daging dengan santan sekitar 400 ml, lalu masukkan serai, jahe, lengkuas, daun jeruk dan cabe bubuk. Bubuhi gula pasir dan bila dirasa kurang asin bisa ditambah garam. Aduk sesekali di atas api sedang (jangan sampe gosong ya Bu..:)). Setelah bumbu mengental tuangi dengan air sedikit demi sedikit (sekali nuang sekitar 300 ml) agar bumbu lebih meresap. Lakukan berulang sampai daging empuk. Setelah daging empuk masukkan asam dan santan yang masih tersisa. Aduk sesekali sampai bumbu kering. Rendang siap dihidangkan.
LIHAT ISI TUNGKU
:: Kinoko gohan :: Gulai kambing :: Risoles
|
|
|
ã 2005 Senandung Bunda |
|||||